4Peniti Main di Bandung World Jazz Festival 2009
November 27, 2009 – 2:35 pm | 2 Comments

[ December 4, 2009; 3:45 pm to 4:30 pm. ]

Kabar gembira bagi siapa saja yang sudah kangen menyaksikan aksi panggung 4Peniti. Pada tanggal 4 Desember 2009, 4Peniti ambil bagian dalam ajang Bandung World Jazz Festival 2009 yang bertempat di Sasana Budaya Ganesha Bandung. Menurut kabar yang kami kutip langsung dari situs panitia, 4Peniti mendapat giliran tampil pada tanggal 4 Desember 20009 pukul 15.45 WIB.

Semoga  [...]

Read the full story »
Bio Band

Bio Personil

Event

Manajemen

Video

Home » Warta

Belajar Hidup Ala 4Peniti

Submitted by Kuncen on January 16, 2009 – 3:59 am14 Comments

Catatan Pangkuan Edisi 15 Januari 2009

Roby Nugraha*

Duduk dengan laptop di pangkuan. Bunyi-bunyian bising dari tata suara. Otak kanan bekerja keras memilah mana apresiasi dan mana yang harus dituangkan ke dalam rangkaian kata.

Tiga tahun lalu, selama tiga malam di awal Maret. Ya, Java Jazz 2006. Malam ini lantas mengingatkan saya pada event tahunan itu. Di mana saya harus duduk dengan laptop di pangkuan, dan juga membagi kerja otak mengapresiasi sembari menulis. Ah, tapi kali ini tuntutannya jauh berbeda. Kalau di Java Jazz saya menulis untuk nafkah, malam ini untuk kepuasan.

Adalah seorang Razak Caturputra yang mendaulat. “By, situ kan sebagai, hehehe…,” tanpa menuntaskan kalimatnya. Pria berbadan tambun ini meminta saya menulis sok-sok-gaya-reportase “Latihan Bareng 4 Peniti”, Kamis (15/1). Kebetulan, laptop menganggur, dan mulailah kata-kata yang sekarang Anda baca ini saya tulis. Ahaha…

Bagi yang penasaran apa itu “Latihan Bareng 4 Peniti”, Anda bisa membacanya dalam postingan rekan-rekan terdahulu. Yang jelas, ini gig. Tapi, dalam versi 4 Peniti tentunya. Bagi yang masih kurang jelas: ini gig burung, ehehehe… Bagaimana tidak? Zaki sang vokalis, alih-alih bernyanyi, tak ubahnya sebagai seorang Tukul Arwana, atau lebih ajaibnya lagi: Komeng.

Buat saya yang-kata-orang-punya-selera-humor-bagus, tentu saja terhibur dengan lawakan a la Zaki. Akan tetapi, bukan itu saja. Selain melawak, keempat personil 4 Peniti ini (hmm, kalo personilnya lima, mungkin jadi 5 Peniti? Kalau 12? Salosin Panitih? Tolong diluruskan ini etimologinya. Asal jangan Eti kang Kabayan weh…) Oke. Yang ini harusnya diedit. Kalimat tidak sempurna. Tidak selesai.

Baiklah, saya teruskan. Bukan hanya kalimat ternyata yang tidak sempurna. Gig 4 Peniti juga ternyata begitu. Ada notasi yang pitch. Ada jeda-jeda lagu yang kurang pas. Ada pemakluman. Ada permintaan maaf saat kita salah. Ada ini, ada itu. Ada juga Eti. Aya teu nya? Eta kana keukeuh kang Ibing.

Buat saya, gig ini laksana hidup. Kehidupan yang kita jalani pun tidak sempurna, bukan? Kadang ada hal-hal yang belum sempat kita selesaikan dan tertunda. Kadang juga pitchnya, ada di atas, ada di bawah. Namun, justru itu kekuatan yang dibangun dari event seperti ini. Apa yang dibangun adalah emosi. Bahkan, buat saya sebuah secret show yang katanya mengejutkan juga kadang tidak mencapai outcome ini. (Perhatikan ada berapa kata “ini” diulang. Tidak efektif, bukan?)

Ah, 4 Peniti mengganggu saja. Saat pukul 8.08 ditunjukkan laptop saya, saat Zaki mulai wakwekwok. Tiga menit kemudian, entah malaikat mana yang sedang bertugas di wilayah Kiputih tiba-tiba hadir di ruangan. Zaki mengajak penonton berdoa! Ini mengingatkan saya pada bazaar SMA 12 Bandung saat saya masih SMA. Hardcore saat itu dirasa nanggung. Alhasil, trennya grindcore. Hampir semua band membawakan genre ini. Teriakan, ketukan drum yang rapat, distorsi tebal nan memekakkan kuping, jadi biasa didengar. Konon, ada beberapa cabang dari genre ini yang sangat dekat dengan pemujaan setan dkk. Akan tetapi, semua berhenti saat adzan Maghrib berkumandang. Terlalu jauh ya analoginya? Hehehe, jarang aja saya dengar vokalis band mengajak penonton berdoa.

Ya, kembali lagi ah. 4 Peniti membuka repertoar dengan “Menari Bumi”. Ketukan jungle diselipkan di tengah lagu. Lantas, mereka membuka mata saya, bahwa ternyata Sting bukanlah orang Inggris. Eh, bener teu Inggris? Soalnya, yang saya dapat malam ini adalah mantan bassis sekaligus vokalis The Police itu merupakan peranakan Banyuwangi-Kadungora, dan dia lama tinggal di Ciamis. Pasalnya, “All This Time” dengan ketukan yang aneh itu dibubuhi bumbu gurih dan dibalut tepung crispy. Colek dengan sambel bajak, dipadu dengan nasi panas yang masih mengepul. Ah, makan siang di malam hari yang mengundang selera bukan? Halah, lapar ieu mah, wakakakaka…

Ah, tapi memang mereka pandai sekali meracik bumbu. Asin, pedas, manis, gurih, just name it, and they will deliver it! Ketika “Cublak-cublak Suweng” meresap dalam “All This Time”, saat “Smoke on the Water” saru dengan “Paint to Black”, hingga “Kompor Mleduk” yang ternyata ciptaan W.R. Supratman. Ahahaha, garelo euy!

Dan justru itu mebuat saya sirik! Njir, jarago berat! Ahahaha… Zaki dengan gitar kopongnya, Ami dengan biola mautnya, Rudi dengan kontra-basnya, dan rofle-rofle ajaib seorang Ari Aru! Laksana empat lembaran kain yang terpisah, mereka dilekatkan oleh jalinan peniti. Solid dan sehati.
(Yang ini kebanyakan tanda seru).

Lagi-lagi, 4 Peniti mengajari kita banyak hal dalam hidup. Kita dapat menggunakan akal dan kemampuan kita untuk menjalaninya. Ada kesulitan, bisa cari jalan pintas atau memilih jalan yang agak panjang untuk menjalaninya, meski terkadang pahit. Dalam konteks ini, mungkin analoginya membuat lagu sederhana menjadi lebih berwarna dengan skill yang dipunya 4 Peniti.

Setelah membuat tangan penonton bertepuk dengan tempo 130-an pada intro “Tiada”, Zaki pun lantas berubah menjadi Britney Spear dengan “Toxic” yang diakhiri cuplikan “Mobil Balap” bertempo tinggi, waktunya rehat tiba. Saya pribadi, tak sabar menanti sesi kedua. Selain menanti kejutan-kejutan berikutnya, saya ingin mencari Eti.

Tadinya, saya ingin memakai gaya tutur kronologis. Detil. Namun, apa daya, keinginan saya berlatih bareng 4 Peniti lebih besar, ehehehe… Belum lagi, misi saya mencari Eti. Angger. (*)

*Mantan wartawan, sekarang bekerja sebagai Marketing Officer di salah satu institusi pendidikan

** identitas sang fotografer nyusul yah, belum ketemu euy [hehehe - Kuncen]

Share and Enjoy:
  • PDF
  • Print
  • email
  • Technorati
  • Digg
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Google Bookmarks
  • StumbleUpon
  • Twitter
  • Yahoo! Bookmarks

Popularity: 98% [?]

14 Comments »

  • Rio_aja says:

    Beuh, baca tulisannya aja berasa lg nonton, tapi penasaran Eti akhirnya ketemu gak???hehehe…
    Sungguh menyesal saya tdk bisa hadir malam itu,,,hiks hiks,,,

  • dony says:

    gw hadirrr….

  • kunyid says:

    duh meni rinduuu…tp tak bisa, terbentang jarak dan waktu yg tdk mendukung…cik lah bikin di weekend jd bisa nongton….zak edan euy makin ngetop ada di kick andy sagalaa…ngefans di pandangan pertama ulang taun Sky FM yg kedua atau yg pertama ya taun 2001/2002…ntarlah cita2 bikin event gigs khusus yg okee…nantikan lah…

  • adul says:

    urang hadir, terus abok.
    ayeuna di imah nyeri beuteung.
    wahahahaa..
    mi, nuhun CDna nya!

    sok atuh segera diatur acara wiken di warung bapa sayah lah. (keukeuh)

  • zaki peniti says:

    wahh by..urang nulis ieu bari menyeka air mata yang kini bak sungai ciliwung kapenet runtah…huaaaaaaaaaaaaaaaa
    HIks saya terharu membaca tulisannya terlebih lebih kesungguhannya untuk mencari si Eti gadis jujur itu sungguh membuat hatiku ingin turut mencarinya…mas mas ada eti?
    he he Nuhun-nuhun pisan by…diantosan deui di kurdi pang payunan kaping 29 januari…tetap semangat!!!

  • zaki peniti says:

    adul rek abok teh bari mekel antimo sakalian ameh teu riweuh, tah pas nyampe imah langsung we diatab atawa ninyuh obat cap kupu kupu…he he
    dul engke dikabaran …mamang zaki jeung barudak obrolkeun heula …iraha aya waktos na.. kitu
    du’akeun we nya

  • nenoy says:

    Gak banyak yg saya ingin bagi di forum sharing ini, mungkin ada sedikit pertanyaan yg mengelitik di benak saya, entah ini kritik ataukah rasa kagum yg sebenarnya ada…
    Berawal dari pernyataan Zaki , saat lupa membawakan sebuah lagu, niatnya sih memohon maaf kepada sahabatnya Reza ‘the Groove’ yg malam itu hadir di Bumi sangkuriang, yang kira-kira begini pernyataanya : “ Maafkan saya teman, karena beginilah cara kami bermusik, mungkin karena terlalu banyak persaingan, jadi kami berusaha berbeda dari yg lain….” begitu kata Zaki berkilah atas beberapa lirik yang sebenarnya Zaki lupa, tapi bukan Zaki namanya kalau hal tersebut tidak bisa diputar balikan sebagai moment yg justru menjadi kelebihan buat 4 peniti sendiri… “Untung nama eventnya diberi judul Latihan Bareng….,”lanjutnya….
    Mungkin kalau hal ini dialami oleh band-band lain sih sudah bubar ya saya kira hahaha…
    Ya sudahlah… hanya ini saja yg ingin saya komentari bagaimana sebuah kekurangan dapat dikemas menjadi satu daya tarik tersendiri bagi 4 Peniti. Benar kata Zaki… diantara ketatnya persaingan di jagad musik tanah air, rumus terbaik adalah mencari satu alternative bermusik dan mengemas pertunjukan secara berbeda, dan hal ini mungkin jadi nilai plus untuk 4 Peniti.
    Oya… saya lupa, Wewey (Zeno Amadis) yg hadir sebagai gitaris additional malam itu, memberikan nilai plus dari sekian nilai plus yg ada. Nada-nada yg keluar dari petikan gitarnya sangat khas ‘garut’ (begitu yg Zaki bilang dan saya mengamininya…) Ditambah ekspresi wajahnya yg luaaar biasa….
    Alhasil… yang tadinya saya mau memberi kritik atas segala kekurangan yg terjadi malam itu rasanya jadi sia-sia, karena saya melihat justru kekurangan-kekurangan itu menjadi kebalikan. Terbukti setiap kali Zaki melakukan kesalahan, penonton dengan lantangnya malah memberi feedback postitif…. (Saya jadi bingung sendiri.. .. salah kok penontonya malah seneng…)

  • Budi says:

    Saya juga hadir….
    Top… Band dengan format melawak…

  • jasmine says:

    keren sih…tapi lagunya tambah dong, yang enak buat didenger sama bisa menghangatkan suasana, jangan yang bikin ngantuk,dari lagu jaman batu sampe yang jaman sekarang…

  • zaki peniti says:

    doakan jasmine abang abang ini sedang diupgrade di cipayung guna mengsplit zaman ke zaman …maklum tidak di bikin folder…jadi sedikit tak terkontrol..terima kasih masukannya itu yang di harapkan mau manis, pedas, asam kami dengan senag hati menerimanya… nah mungkin untuk sesi mengantuk kita bikin acara kheuseus entah kapan.. sekalian penonton sudah siap pake piyama dan bantal begitu masuk masuk BS nya…gimna tuh? he he

  • Wahyu says:

    tambih lagu selow donk…. mendayu , melow, low… low.. zzzz. penonton sare….

  • zakipeniti says:

    kok jadi banyak yang minta di boboin ama lagu…jiga nah kudu jadi bikin concert Tunduh baersama 4peniti..SUKSES mun bisa mengtidurkan seluruh penonton… jiga na HADE oge can aya di dunya mah

  • bry says:

    tambah lagu baru donk….

  • zaki peniti says:

    siap laksanakan .. bry
    terima kasih untuk mengingatkannya..

Leave a comment!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.